Jumat, 06 April 2012

Holiday in Brunei

28 agustus tahun lalu gue bareng keluarga liburan ke brunei, gue mau ceritain kisah liburan disana, bagaimana pengalaman yang gue dapat selama beberapa hari di Brunei. dimulai dengan persiapan keberangkatan menuju kota Bandar Seri Begawan, menggunakan transportasi bis antar negara, kita cukup ngeluarin biaya 550 ribu untuk sekali perjalanan. bis nya lumayan gede dan nyaman buat perjalanan seharian penuh. di bawah ini penampakan nya, bus damri dengan berpenumpang sekitar 20 orang yang akan menuju brunei...


perjalanan yang gue tempuh cukup panjang dan pasti sangat melelahkan, gue berangkat dari Pontianak jam 07.30 hari minggu sampai di Bandar Seri Begawan (BSB) kira kira jam 08.40 di hari senin nya. jadi 24 jam lebih. mulai dari Pontianak menuju entikong lalu memasuki wilayah malaysia (tembedu-kuching-sarikei-sibu-bintulu-miri), perjalanan yang berliku terkadang melewati hutan,sawah,ataupun kebun. sebelum memasuki wilayah malaysia, gue merasa kurang nyaman, ketika awal perjalanan dari pontianak sampai entikong, jalanan yang buruk serta pemandangan sawah, hutan yang kurang terjaga sangat berbeda dengan perjalanan mulai dari tembedu hingga miri, dimana jalan yang gue lewati sangat baik, pemandangan nya pun tak kalah menarik. walaupun kota kecil dan jauh dari pusat kota, pemda sekitar haruslah peduli, agar kota kita tidak kalah baik nya dengan kota kecil di negara tetangga ini.
perjalanan ini tambah melelahkan dimana gue lagi ngejalanin ibadah puasa, oh iya selain berlibur tujuan lain dari trip ini mau ngerasain bagaimana lebaran di negeri orang, denger-denger sih asik , makanya simak perjalanan gue hehehe, asik atau tidak nya. sebagai muslim yang baik setelah sehari puasa haruslah berbuka, dan gue buka puasa di malaysia disebuah rumah makan tapi lupa nama kota nya, dan akan berhenti lagi jam 1 dini hari nya buat sahur, gue cepet beberapa jam dari sahur biasa nya dan sekaligus lebih cepat menahan lapar dari biasa nya. selama perjalanan gue cuma bisa tidur-denger musik-tidur-denger musik begitu seterus nya. Penumpang lain pun demikian, ada yang tidur, ada yang melihat pemandangan di kaca dan ada yang ngobrol sesama penumpang lain. gue berpikir semua penumpang ini adalah orang-orang yang bekerja di Brunei, tidak terlihat tampang-tampang liburan dan gue berkesimpulan mereka sudah pernah berulang kali pergi ke Brunei. 
sekian lama perjalanan dari tembedu hingga miri, sampai lah bis damri di kantor imigrasi malaysia-brunei yaitu sungai tujuh. disana petugas imigrasi nya agak bawel, pertanyaan beberapa kali di lontarkan, macem : ngapain di brunei?, tinggal dimana di brunei? hotel atau rumah? berapa lama di brunei? dll .. gue agak ribet jawab nya soalnya bahasa melayu dan baru pertama kali ngalami keadaan ini hehe tapi petugas ini agak nya lebih baik dibandingkan petugas imigrasi indonesia-malaysia yang kurang ramah, apalagi petugas imigrasi malaysia yang cuek sekali tau kali kita orang indonesia jadi bawaan nya sensi kali ya? dasar maling ..
yak, beberapa gambar gue share pas di kantor imigran sungai tujuh...


sesaat setelah di interogasi
                                                 

gerbang sungai tujuh
                                                       

tulisan sakral di kantor imigrasi
                                                 

setelah melakukan beberapa syarat sebagai warga pendatang yang baik, bis damri kembali meluncur menuju pusat kota brunei sekaligus ibu kota brunei yakni ialah adalah Bandar Seri Begawan, waktu tempuh mulai kantor imigrasi sampai BSB kira-kira 1 jam lebih. rasa tidak sabar menggrogoti jiwa polos gue :D , bagaimana kota nya, lingkungan sekitar nya dan lain lain nya, pokok nya rasa penasaran harus terjawab setelah disana nanti, ini menjadi liburan LN pertama kali dalam hidup. jadi manfaatkan kesenangan ini sebaik mungkin!
akhir nya saat-saat yang di tunggu datang juga, akhir nya bis damri melindaskan ban nya di kota BSB, pikiran gue langsung terbang ke jakarta, alasan nya sederhana bentuk,keindahan,kebersihan,tata letak kota BSB berbeda jauh dari kota Jakarta yang sama-sama di jadikan ibukota oleh negaranya. takjub melihat negara kecil tapi tertata dengan baik sekali. ini baru Ibukota sekaligus menjadi cermin bentuk negara nya. Jalanan bersih tanpa sampah, trotoar rapi tanpa ada bolong ataupun rusak, pohon-pohon tumbuh dengan rindang nya, tanpa kemacetan, tanpa ugal-ugalan dari pengendara nya, dan segala tanpa bagi nya.
di jakarta langka sekali melihat pemandangan ini, penduduk yang egois dan tidak tahu aturan hmm cuma mimpi bisa melihat Jakarta menjadi kota indah. sudah sudah tutup mimpi buruk tentang Jakarta,, saat nya enjoy melihat kota yang ada di depan mata..
setelah melintasi beberapa sisi kota, sampai lah bis damri pada pemberhentian terakhir.
gue dan keluarga langsung turun dari bis, mengambil koper-koper yang di bagasi setelah itu kami agak ling-lung kalau bahasa spesies alay bisa di bilang galau banget. pertama kali yang harus kami lakukan adalah mencari penginapan. ternyata ada wanita yang baik mau menunjukan beberapa hotel penginapan. nama nya eka, wanita ini penumpang bis damri juga. seperti nya dia sudah pernah ke Brunei sebelumnya, karena dia tahu jalan-jalan  untuk mencari hotel. akhirnya kami menemukan penginapan yang pas dan nyaman untuk beberapa hari tinggal di BSB. sekitar pukul 09.30 kami sudah berada di kamar masing-masing dan beristirahat sementara setelah perjalanan panjang.
penginapan gue sekeluarga sangatlah strategis,tidak jauh dari ikon negara Brunei masjid omar ali saifudin(kubah emas), dekat dengan mall, pasar tradisional, yayasan sultan dan tempat unik lain nya.
akhirnya sekitar jam 13.00 gue sekeluarga mencoba keliling daerah sekitar sebagai awal perkenalan kota dan melihat unik nya kota ini. Berjalan di trotoar sisi jalan kota BSB sangat aman dan nyaman, kota ini jauh dari kriminalitas jadi kemanapun berjalan serasa bebas, berbeda di Jakarta, eh sudah,cukup terlalu banyak aib kota itu jadi sudahlah! mengeruhkan pikiran yang jernih jadi nya.
beberapa gambar share  : 

tepi jalan dekat masjid


sisi jalan 


sisi jalan dekat sungai

mencoba menjadi model

tampak belakang

tampak depan

penampakan!!

mencoba bergaya

berseberangan dengan ikon Brunei

masih ada beberapa gambar lain tetapi tidak di muat karena gue rasa cukup segitu aja hehe,setelah lumayan lama berpusing-pusing (jalan-jalan dalam bahasa kita), sekitar jam 18.00 kurang, sebagai muslim yang  baik gue harus berbuka puasa.. di depan sebuah gedung yayasan sultan hasanah bolkiah dekat dengan mesjid omar ali saifudin(kubah emas) ada sebuah air mancur, dimana air mancur terletak di tengah-tengah gedung yayasan dan di depan gedung yayasan itu ada sebuah gerobak minimalis, bersih, berjejer makanan dan disana gue dan keluarga pesen makanan untuk buka, dengan harga 1 ringgit brunei yang di rupiah kan 7 ribu rupiah, tergolong sangat murah dengan nasi+sosis+sayur+ayam saos plus es kelapa. benar-benar maknyos kata pak bondan . Beberapa penduduk asli sana juga banyak berbuka puasa di tempat yang sama, kami menyantap makanan di tempat duduk air mancur itu. disana suasana nya nyaman sekali, senang jika berlama-lama karena cahaya lampu disana lumayan bagus dan tidak ada kebisingan mobil ataupun motor, jiwa tenang sekali menyantap nya.
maaf foto-foto saat momen tersebut tidak ada jadi ganti nya letak air mancur tersebut.
berikut foto air mancur pada siang hari nya...

air mancur di tengah di apit gedung kiri-kanan

di foto dari sisi berlawanan dari foto di atas


sesaat setelah menyantap makanan buka, kami sekeluarga menuju masjid ali omar saifudin untuk bada' magrib , berikut momen keindahan yang gue tangkap sebelum bergegas ke masjid kubah emas nya Brunei..

di potret pas di air mancur
kami sekeluarga langsung menunaikan sholat, di lingkungan sekitar mesjid yang begitu bersih, tumbuhan yang terjaga dengan baik nya, kamar mandi nya yang terawat benar-benar mewah rumah Allah ini. di dalam mesjid pun menggunakan AC, wangi nya sangat segar sehingga orang-orang khusyuk beribadah. yang paling bikin takjub pas ngeliat dinding di depan imam nya terbuat dari emas asli. gue gak bisa menangkap momen tersebut, beberapa hasil kesengajaan jepretan adek gue di lingkungan masjid ali omar saifulah..


sesaat setelah menghadap Yang Maha Kuasa

indah nya rumah Allah ini



berpose di depan masjid




jepretan di depan mesjid



setelah meninggalkan mesjid kami sekeluarga langsung menuju ke penginapan untuk beristirahat, hari yang melelahkan mengenal beberapa sudut kota. awal yang baik menuju hari berikut nya.
kami pun melelapkan diri hingga esok pagi...
sekitar jam 9 pagi gue menutup mimpi indah semalam, saat nya siap-siap memulai perjalanan baru di kota ini. setelah semua keluarga selesai bersiap, kami pun berjalan di alun-alun menuju yayasan dekat air mancur kemarin, di dalam gedung yayasan ada sebuah perbelanjaan macem baju, swalayan, toko hape, elektronik, emas dan lain nya. di sana nyokap cuma ke swalayan buat beli makanan ringan kalau malam-malam kelaparan hehe. setelah berlama-lama keliling dalam gedung yayasan kami pun menuju sebuah sungai, lumayan besar macem sungai kapuas, di atas sungai itu ada banyak rumah penduduk, sekolah, puskesmas, museum, dan lain nya. untuk mengelilingi sungai itu, ada beberapa ojek perahu yang menawarkan jasa nya kepada kami, sopir-sopir nya cukup ugal-ugalan tapi melihat nya asik dan pasti safety. dengan membayar 15 ringgit brunei kita sudah bisa mengelilingi  sungai tersebut. cuma sedikit momen yang gue tangkap dari mata kamera, cekidott..


 salah satu ojek GP perahu

sekolah rendah = sekolah dasar

dimanapun tetap tersenyum

beberapa bangunan terlihat



setelah di goncang dengan kecepatan 90 km/jam, dan di hentak oleh gelombang air akhirnya kami mengakhiri semua derita badan menuju tepi sungai. gue ada rekaman video nya selama di perahu tapi di pegang sama bokap apalagi kapasitas nya gede, gue kira kalian bisa berkhayal gimana rasanya hehehe. setelah dari sini, kami sekeluarga enggan berlama-lama langsung tancap ke mall pusat kota, sebelom menuju ke mall kita harus naik bis angkutan kota. tidak jauh dari sungai, kami berjalan menuju terminal, sangat dekat sekali terminal tersebut. 
sepanjang perjalanan ke terminal, gue mendapat sisi unik dari pengendara mobil pribadi disana, ketika kita ingin menyebrangi jalan, dan kita berada di tepi jalan ingin menyebrang maka dengan jarak 5 meter dari posisi kita maka mobil itu berhenti dan mempersilahkan kita buat nyebrang jalan. ini tidak terjadi di satu atau dua mobil saja tetapi semua pengendara dimanapun kita jalan/berada, intinya ketika menyeberang kita bakal di hargai, gue juga mencoba hal tersebut, gue pikir menutup mata sambil menyeberang jalan, kita pasti aman. berbanding terbalik sama Jakarta dimana ketika menyeberang jalan itu susah nya minta ampun. tidak mau menghargai orang yang mau menyeberang, kita mesti menyetop dulu sambil berjalan ke seberang. makanya angka kecelakaan di Indonesia tidak pernah menurun. menurut beberapa info yang gue dapat bahwa negara seperti Thailand, Malaysia, Singapura,Vietnam menerapkan budaya yang sama dengan Brunei *standing applaus*
oke kembali ke cerita, setelah sampai di terminal, masih inget banget gue bis nomer 57 menuju mall di daerah apagitu *lupa hehe, warna ungu lagi kayak janda hehehe bis nya bersih sekali, tidak pernah ngetem, ber-AC, bis-bis macem kopaja tapi nyaman banget, tidak ada bau kurang enak, karatan, asap rokok itu semua tidak ada. dengan biaya 2 ringgit kita sudah sampai tempat yang ingin kita tuju. disini gue mendapati lagi sisi unik berbau kendaraan, bahwasanya kenek dan sopir itu adalah orang jawa, gue menangkap ini ketika dua penghuni abadi bis ini sedang berbicara,. kenek nya cewek dan ketika dia menagih uang pada kami, nyokap langsung nanya kalau dia orang mana, si cewek ini bilang dia dari madiun dan hampir semua kenek dan sopir itu adalah orang jawa, kenek bis manapun semua cewek tegasnya. dia juga bilang bahwa banyak orang jawa kerja di Brunei, ada pasar tradisional di dekat sungai tadi itu isinya orang jawa semua. wow..!!
ternyata mereka beralasan mendapatkan uang hasil kerja di Brunei tidak sesulit mereka mendapatkan nya di negara sendiri. hemm.. Indonesia itu kejam kawan..hehehe
lanjutttt..
sampailah ke tujuan kami sekeluarga, mall lupa namanya hehe, lumayan bagus mall nya tidak seramai citos, pim, atau kelapa gading di Jakarta. kami keliling melihat-lihat. untuk kenang-kenangan kami membeli beberapa kaos tulisan Brunei gak salah harganya 10-12 ringgit brunei. sambil menunggu nyokap memilah-milah pakaian, gue perhatiin sama adek juga yang cowok, ternyata cewek brunei yang ada di mall manis manis juga hahaha walau pake tudung orang sana bilang yang artinya kerudung tetap mempesona.
ohya hari itu adalah sehari sebelom idul fitri, gue sekeluarga sebelum nya berencana sholat id di mesjid ali omar saefudin tetapi niat itu batal setelah bertemu seorang ibu-ibu ketika nyokap lagi beli selendang, tidak ada kesengajaan nyokap menemukan ibu itu, dia berasal dari Indonesia, sudah lumayan lama di Brunei, soal nya suami nya jadi dosen sejarah di Perguruan Tinggi, itu sejarah apa yang di ajarin suami nya ya? lahir aja di Indo heem entahlah! nyokap bokap bercengkrama dengan ibu tadi, lumayan baik dan dia menyuruh kami sekeluarga buat sholat id besok di kedutaan besar Indonesia, dia bilang kalau disana semua pekerja dari Indonesia banyak sholat disana. akhirnya kami mengubah haluan rencana sholat sebelum nya.
menjelang perpisahan nyokap minta ke si ibu tadi buat nganter ke toko pernak-pernik, keluar dari mall dan menyebrang kami menemukan toko cendera mata. ibu-ibu tadi pun pamit setelah sampai depan toko. di toko kami sekeluarga membeli macam-macam seperti gantungan kunci, balok kaca berisi model mesjid, sendal, dan lain nya. lumayan banyak juga yang terbeli.
tidak banyak momen di sini tapi ada beberapa sedikit kegiatan yang terekam, berikut gambarnya :


foto mall di ambil di depan toko cendera mata

beberapa bentuk bangunan disana

this is brunei, men!

didepan toko terdapat sebongkah mobil mewah


setelah puas belanja kami pun bergegas pulang dengan transport yang sama ketika kami pergi ke mall tadi. sudah tidak heran lagi melihat para kenek nya. benar-benar hari yang berkesan untuk hari ini, setelah sampai di stasiun kami langsung ke penginapan untuk beristirahat hingga menjelang berbuka puasa. berbaring dan kembali ke air mancur untuk berbuka puasa di tempat yang sama sebelum nya tapi berbeda hidangan. harga tidak berubah dengan minuman setia dengan es kelapa nya.
malam itu kami sekeluarga habiskan di air mancur, berpotret potret ria, lumayan banyak juga tapi maaf tidak di sebar karena bukan hal yang harus di konsumsi publik hehehe^^
besok perayaan sholat idul fitri, sesuai saran si ibu tadi kami pun menturuti nya. pulang dari air mancur langsung balik lagi ke penginapan buat persiapan hari esok. besok harus pagi-pagi sekali sampai di kedutaan.
kriiiing...!!
alarm nyala,bersiap, mandi, segala alat sholat di persiapkan. langsung jalan nyari taksi buat ke kedutaan, akhirnya nemu juga taksi yang di cari, kami pun di antar ke tujuan, agak jauh dari tempat penginapan sekitar 30 menit lebih, sepanjang perjalanan bokap ngobrol dengan sopir taksi. dia ini udah tua, tapi sudah 7x naik haji ckckck di Indonesia aja 1 aja udah syukur. dengan profesi dia ini bisa 7x, bayangin bro sis..
sampailah kami pada tujuan, tidak terlambat , on-time sekali , betul saja apa yang ibu itu bilang kemarin bahwa sangat ramai dengan penduduk Indonesia yang bekerja disana. kami ketemu dengan ibu kemarin di dalam kedutaan itu. gue,adek,bokap pisah dengan adek cewe dan nyokap. soalnya perempuan lewat pintu belakang sedangkan yang pria lewat pintu samping. akhirnya kami menjalani ibadah se khusyuk mingkin. inilah rasa nya lebaran di negara orang walau akhirnya di satu komunitas yang sama dengan kita. tapi lumayan menyenangkan, 17 tahun lebaran di negeri sendiri.  
setelah melakukan kewajiban sebagai muslim, kedutaan besar menyediakan makanan khas Indonesia seperti opor ayam, nasi uduk, lontong sayur dan lain nya. begitu banyak orang-orang yang berebut. gue sama adek yang laki ikut terlibat dalam keributan itu. dan akhrinya mendapat kan hasil 2 piring lontong sayur. bokap juga dapat walau agak lama dari kami berdua begitupun adek cewek sama nyokap. karena mereka kurang gesit jadi ya wajar hahaha
beberapa rekam jejak selama di kedutaan besar :

menunjukan arah kantor nya

berpose di depan kantor kedutaan

hasil keributan yang terjadi sebelum nya

bersama bokap bersiap menyantap



sesaat setelah kami kalap 

foto dengan ibu-ibu pencari cendera mata(baju hitam)



setelah selesai kegiatan di kedutaan besar, kami pun pamit kepada ibu yang cukup lumayan baik, besok kami harus pulang ke Indonesia. setelah berpamitan kami sekeluarga langsung mencari taksi di luar kantor kedutaan, namun di karenakan masih keadaan idul fitri kemungkinan taksi sedikit terlihat. akhirnya ada orang baik yang mau memberi tumpangan, kebetulan mereka ingin ke menuju jalan yang sama dengan jalan penginapan kami. lumayan baik lah orang-orang yang kami temui selama di Brunei. sedikit membantu selama kami berada di sana. sampai pada penginapan , kami sekeluarga sedikit bersantai di penginapan hingga siang hari nya jam 12 baru jalan untuk membeli tiket kepulangan ke Indonesia di travel. sepanjang perjalanan sangat ramai, dan cukup aneh ternyata di Brunei banyak sekali orang-orang India. muka agak hitam, kumis, baju agak kamseupai hahaha . dan meraka ber kelompok-kelompok yang terdiridari 4-5 orangan. dan gue paling geli pas mereka gandengan tangan padahal sama-sama laki. jijik...hoeek.. ada-ada aja orang india . sesampai di travel kami sekeluarga mencari jam yang pas, ternyata tiket untuk hari besok nya tidak ada, dan adanya 2 hari lagi. satu-satu nya cara adalah membeli tiket kepulangan hari itu juga dan jalan jam 14.00. bokap akhirnya memilih pulang hari itu aja, karena jarak penginapan dan travel tidak begitu jauh malah terlalu dekat maka tidak ribet dan lama untuk bersiap pulang hari itu juga. sekedar info kami membeli tiket kepulangan kepada orang yang dulu menjadi menteri transpotasi negara Brunei. beliau mengenal beberapa pejabat penting di Indonesia, terkadang beliau juga sering ke Jakarta. Beliau terlihat orang yang berintelektual, dengan bahasa yang di ucapkan. sebelum sesaat meninggal kan travel itu, beliau memberi wejangan ke gue dan adek-adek gue hahaha. karena dia sangat ramah dan sopan sekali.rasanya senang bertemu dengan beliau.
pergi meninggalkan travel menuju penginapan dan kami bersiap siap , mengemas barang dan tepat tepat pukul 14.00 kami sekeluarga sudah berada di pemberhentian bis. bis nya bukan damri lagi tapi apa gitu lupa hehehe. sekitar 14.30 barulah kami meninggalkan BSB menuju Pontianak..
24 jam kedepan bakal menjadi hal membosankan tapi tidak untuk beberapa hari di Brunei. senang sekali rasa nya bisa berkunjung ke negara sultan. nyaman,aman,tentram rasa nya, gue dapat merasakan menjadi penduduk asli sana. pasti mereka bahagia. gue harap gue bisa balik lagi ke ini negara walau beberapa tahun lagi. tunggu..
perjalanan yang sama dengan awal keberangkatan..
selamat tinggal Brunei Darussalam.. sangat berkesan mengunjungi negara penghasil minyak ini..













1 komentar:

  1. sebuah perjalanan yg mengesankan, ditunggu perjalanan berikutnya ......

    BalasHapus