Kisruh
antara PSSI dan KPSI telah mengakibatkan banyak kerugian, salah satunya ialah
dilarangnya pemain ISL untuk bergabung ke Timnas dalam menghadapi piala AFF
2012. Akibatnya Timnas tidak tampil dalam keadaan terbaik, dengan hanya
mengandalkan pemain dari IPL, Timnas Indonesia harus tersingkir dari babak
penyisihan dengan hasil 2-2 melawan Laos, 1-0 melawan Singapore, dan 0-2
melawan Malaysia. Jauh sebelum itu, ketika menghadapi pertandingan Pra-Piala
Asia Indonesia diBantai 10-0 oleh Bahrain. Dimana kekalahan ini mencoreng muka
PSSI di mata dunia khususnya Asean. Kekalahan demi kekalahan membuat peringkat
Indonesia terperosok hingga dibawah Filiphina, Malaysia, hingga Laos.
Dengan
segala permasalahannya, segenap supporter Indonesia menuntut untuk adanya
perdamaian antara PSSI dan KPSI, disamping itu adanya deadline dari FIFA untuk
penyelesaian masalah dualisme liga Indonesia. Kongres yang dilakukan untuk
mendamaikan kedua belah pihak selalu gagal oleh oknum/pihak-pihak gila kekuasaan.
Tidak tahan dengan masalah yang berlarut-larut, FIFA melalu sepp bletter
memberikan kesempatan terakhir kepada PSSI-KPSI untuk melakukan kongres luar
biasa.
Diliput
langsung oleh Tv-One dan metro tv, semua masyarakat mengharapkan jalan
keluar atas konflik ini. PSSI diwakili
oleh Djohar Arifi, KPSI diwakili oleh La Nyalla dan Roy Suryo selaku Menpora
dadakan menjadi mediator kedua kubu. 15 menit berlalu,melalui beberapa tahap
& rapat, 3 pasang tangan menggenggam jadi satu, perdamaian terjadi! Semua
masyarakat khususnya supporter garuda menyambut suka cita. Beberapa Koran
menjadikan headline news untuk terbitan hari esok.
Djohar sebagai ketua PSSI sah, mengangkat La
Nyalla sebagai wakilnya menyatakan untuk saatnya kita bersatu mendukung
sepakbola Indonesia maju! Bertetapan dengan momen itu, PSSI menunjuk pelatih
baru untuk menghadapi Arab Saudi dalam lanjutan Pra-Piala Asia. Sempat terjadi
silang pendapat siapa yang akan menjadi pelatih Timnas, antara blanco atau RD
dibantu J.Tiago. hingga akhirnya PSSI memutuskan mengontrak RD-JT untuk
menangani Timnas khusus menghadapi Arab, setelahnya Blanco kembali menjabat
sebagai pelatih utama. Setelah peresmiaan itu, RD-JT memanggil 58 pemain untuk
diseleksi menjadi 22 pemain.
Pertandingan
melawan Arab menjadi titik kembalinya kita bersatu mendukung Timnas, banyak
masyarakat yang antusias termasuk saya jelang pertandingan tersebut. Saya akan
bercerita tentang ini..
Jelang
H-7 saya mencari info tentang penjualan tiket baik dimedia cetak maupun media
elektronik, dan pada saat itu PSSI sudah merilis harga tiket untuk pertandingan
tersebut. Setelah menunggu, H-3 PSSI memberitahukan bahwa tiket akan dijual di
sekitar loket GBK pada saat hari H pagi. Ada issue mengatakan bahwa H-1 sore
sudah dijual, sehingga ada beberapa supporter yang sudah mengantri di GBK,
namun setelah mereka tahu itu isapan jempol belaka, para supoter tersebut
mendatangi kantor PSSI untuk meminta kejelasan, dan terjadi sedikit ketegangan
antara calon penonton dan polisi.
Saya
sempat berpikir akan datang H-1 sore, namun niat itu saya pupuskan sebab saya
diberitahu lewat jejaring social twitter bahwa itu hanya issue, saya memutuskan
untuk berangkat pagi pada hari H. pukul 04.30 pagi saya bangun dan bersiap
untuk berangkat ke GBK membeli tiket. Jam 05.15 saya berangkat ke GBK
menggunakan busway dan pukul 06.00 lewat sudah sampai di GBK. Saya harus
mencari pintu timur dimana loket itu menyediakan tiket kategori 3. Sejak awal
kedatangan saya di GBK, sudah banyak suporter Indonesia yang datang, ini membuat
saya terkejut dan mengira tidak akan seblundak ini. Saya ikut mengantri bersama supporter lain,
dan antrian tersebut agak jauh dari loket penjualan tiketnya.
Karena
loketnya baru dibuka jam 9.00, maka para penonton untuk sementara menunggu
sambil duduk, banyak pedagang yang memanfaatkan momen ini seperti pedagang
uduk, rokok, minuman dll. Sambil duduk dan menunggu saya di ajak mengobrol oleh
pembeli tiket lainnya. Ditawarkannya sebatang rokok dan segelas kopi namun saya
hanya menerima segelas kopi saja, kami mengobrol bagaimana gilanya supporter
Indonesia dalam mendukung Timnas, dan juga bercerita bahwa dia sempat termakan
issue yang mengatakan ada penjualan tiket H-1 sore itu.
Antrian
kebelakang semakin memblundak, dan loket masih belum terbuka. Para wartawan pun
sudah lalu lalang mengabari kondisi GBK terkini. Dan akhirnya loket pun
terbuka, semua mulai berdiri dan berancang-ancang setiap pergerakan antrian,
dorong-doroangan pun terjadi, ada sedikit gesekan antara pengantri sejak pagi
dengan pengantri yang baru datang, karena pengantri lama merasa mereka
didahului oleh pengantri baru yang membuat barisan baru atau
menyelap-nyelip. Saya sebagai pengantri
lama juga kesal dengan kejadian itu, ucapan kotor tak sedikit keluar “WOY
KEBELAKANG DONG LO!!” “Anji** nih orang!”, da nada beberapa orang membeli
gorengan hanya untuk melemparinya ke pengantri baru, saya juga sempat
ikut-ikutan melakukan demikian sembari berharap tidak ada kerusuhan lebih besar
yang akan terjadi.
Dorong-dorongan
terjadi sampai saya berada didepan loket penjualan tiket, saat sudah berada
didepan penjual tiket saya merasa bahagia, dan tertawa karna memang pengorbanan
dari pagi menunggu lebih 3 jam berbuah hasil. Saya pesan 3 tiket untuk saya dan
teman-teman. Saya beri uangnya, dia beri tiketnya, senang rasanya! Saya
bergegas keluar kerumunan dan menjauhinya. Karena pertandingan baru dimulai
pukul 19.00 malam, saya putuskan kembali pulang, namun sebelum pulang saya
harus mampir ke toko jersey untuk membeli kaos Timnas.
Sesampai
dirumah, saya memberitahukan kepada teman yang lain bahwa kita akan otw ke GBK
pada pukul 16.30, sengaja datang lebih awal sebab saya khawatir dengan jumlah
penonton yang akan hadir saat itu. TV swasta selalu mengupdate berita dari GBK
dan mengatakan bahwa tiket sudah sold out! Bisa dibayangkan 70 ribu orang akan
tumpah di satu pusat yaitu GBK!
16.30,
Saya dijemput oleh teman, berangkat! Sepanjang perjalanan kami bertemu banyak
supporter yang juga sedang on the way ke GBK, ada satu rombongan yang
merah-merah konvoi melewati jalan Gatot dan para penumpangnya membawa bendera
merah putih! Speechless.. kami memutuskan bergabung bersama rombongan tersebut
hingga GBK! Sepanjang perjalanan kami memerahkan jalan! Mantap..
Akhirnya
sampai juga di GBK! Rame! Gila! Fanatik!
Gak
sabar buat laga nanti malam, saya dan teman lainnya pun langsung masuk ke
stadion dan harus menunggu 1 jaman menjelang pertandingan
Pemain-pemain
pun keluar untuk warming up! Kepada pemain arab kami soraki “booooo”, dan untuk
timnas kebanggaan kami berikan tepuk tangan. Supporter mulai memerahkan semua
sisi GBK. Hingga akhirnya kick-off akan dimulai, namun harus melewati momen
sakral, yaitu menyanyikan lagu kebangsaan. Pada
saat lagu kebangsaan arab, masih ada supporter yang tidak menunjukan
rasa respe, mereka meniupkan terompet dan meneriaki dengan umpatan. But, tak
heran memang sudah kebiasaan supporter kita. Dan tiba saatnya lagu kebangsaan
kita dinyanyikan, semua suara bersatu! Membentuk lantunan luar biasa! Siapa
yang akan mendengarkanya, saya rasa akan merinding..gila! momen ini yang selalu
saya tunggu. Tidak ada perbedaan suku, agama, dan ras, semua menjadi satu untuk
tanah air tercinta! Indonesia!
Kita
sempat diberi kejutan dengan unggul lewat gol boaz! Semua bersorak sorai!
Bahagia dan inilah kami!. Semangat membuncah, lagu-lagu tema semangat
berkumandang dimana-mana. Semua habiskan suara demi melecuti semangat pemain
Timnas. Namun, diluar ekspetasi ternyata kita kalah hingga akhir laga. Skor 1-2
terpampang di layar GBK. Tapi tak masalah, kami tetap bangga dengan perjuangan
Timnas! Dengan bersatu nya pemain, kita hanya kalah tipis dari Arab..
Lihat
bagaimana passion supporter kita! Memang terkenal gila dari yang lain, Malaysia
saja tidak kuat jika harus bermain di GBK. Dan harusnya kita bersatu untuk satu
tujuan yaitu kemajuan sepakbola Indonesia..
pada
akhirnya, sepakbola kita adalah penyatu perbedaan!
Terbanglah
Garudaku..!!