Sabtu, 11 Mei 2013

Akhirnya ke GBK lagi


Kisruh antara PSSI dan KPSI telah mengakibatkan banyak kerugian, salah satunya ialah dilarangnya pemain ISL untuk bergabung ke Timnas dalam menghadapi piala AFF 2012. Akibatnya Timnas tidak tampil dalam keadaan terbaik, dengan hanya mengandalkan pemain dari IPL, Timnas Indonesia harus tersingkir dari babak penyisihan dengan hasil 2-2 melawan Laos, 1-0 melawan Singapore, dan 0-2 melawan Malaysia. Jauh sebelum itu, ketika menghadapi pertandingan Pra-Piala Asia Indonesia diBantai 10-0 oleh Bahrain. Dimana kekalahan ini mencoreng muka PSSI di mata dunia khususnya Asean. Kekalahan demi kekalahan membuat peringkat Indonesia terperosok hingga dibawah Filiphina, Malaysia, hingga Laos.
Dengan segala permasalahannya, segenap supporter Indonesia menuntut untuk adanya perdamaian antara PSSI dan KPSI, disamping itu adanya deadline dari FIFA untuk penyelesaian masalah dualisme liga Indonesia. Kongres yang dilakukan untuk mendamaikan kedua belah pihak selalu gagal oleh oknum/pihak-pihak gila kekuasaan. Tidak tahan dengan masalah yang berlarut-larut, FIFA melalu sepp bletter memberikan kesempatan terakhir kepada PSSI-KPSI untuk melakukan kongres luar biasa.
Diliput langsung oleh Tv-One dan metro tv, semua masyarakat mengharapkan jalan keluar  atas konflik ini. PSSI diwakili oleh Djohar Arifi, KPSI diwakili oleh La Nyalla dan Roy Suryo selaku Menpora dadakan menjadi mediator kedua kubu. 15 menit berlalu,melalui beberapa tahap & rapat, 3 pasang tangan menggenggam jadi satu, perdamaian terjadi! Semua masyarakat khususnya supporter garuda menyambut suka cita. Beberapa Koran menjadikan headline news untuk terbitan hari esok.
 Djohar sebagai ketua PSSI sah, mengangkat La Nyalla sebagai wakilnya menyatakan untuk saatnya kita bersatu mendukung sepakbola Indonesia maju! Bertetapan dengan momen itu, PSSI menunjuk pelatih baru untuk menghadapi Arab Saudi dalam lanjutan Pra-Piala Asia. Sempat terjadi silang pendapat siapa yang akan menjadi pelatih Timnas, antara blanco atau RD dibantu J.Tiago. hingga akhirnya PSSI memutuskan mengontrak RD-JT untuk menangani Timnas khusus menghadapi Arab, setelahnya Blanco kembali menjabat sebagai pelatih utama. Setelah peresmiaan itu, RD-JT memanggil 58 pemain untuk diseleksi menjadi 22 pemain.
Pertandingan melawan Arab menjadi titik kembalinya kita bersatu mendukung Timnas, banyak masyarakat yang antusias termasuk saya jelang pertandingan tersebut. Saya akan bercerita tentang ini..
Jelang H-7 saya mencari info tentang penjualan tiket baik dimedia cetak maupun media elektronik, dan pada saat itu PSSI sudah merilis harga tiket untuk pertandingan tersebut. Setelah menunggu, H-3 PSSI memberitahukan bahwa tiket akan dijual di sekitar loket GBK pada saat hari H pagi. Ada issue mengatakan bahwa H-1 sore sudah dijual, sehingga ada beberapa supporter yang sudah mengantri di GBK, namun setelah mereka tahu itu isapan jempol belaka, para supoter tersebut mendatangi kantor PSSI untuk meminta kejelasan, dan terjadi sedikit ketegangan antara calon penonton dan polisi.
Saya sempat berpikir akan datang H-1 sore, namun niat itu saya pupuskan sebab saya diberitahu lewat jejaring social twitter bahwa itu hanya issue, saya memutuskan untuk berangkat pagi pada hari H. pukul 04.30 pagi saya bangun dan bersiap untuk berangkat ke GBK membeli tiket. Jam 05.15 saya berangkat ke GBK menggunakan busway dan pukul 06.00 lewat sudah sampai di GBK. Saya harus mencari pintu timur dimana loket itu menyediakan tiket kategori 3. Sejak awal kedatangan saya di GBK, sudah banyak suporter Indonesia yang datang, ini membuat saya terkejut dan mengira tidak akan seblundak ini.  Saya ikut mengantri bersama supporter lain, dan antrian tersebut agak jauh dari loket penjualan tiketnya.
Karena loketnya baru dibuka jam 9.00, maka para penonton untuk sementara menunggu sambil duduk, banyak pedagang yang memanfaatkan momen ini seperti pedagang uduk, rokok, minuman dll. Sambil duduk dan menunggu saya di ajak mengobrol oleh pembeli tiket lainnya. Ditawarkannya sebatang rokok dan segelas kopi namun saya hanya menerima segelas kopi saja, kami mengobrol bagaimana gilanya supporter Indonesia dalam mendukung Timnas, dan juga bercerita bahwa dia sempat termakan issue yang mengatakan ada penjualan tiket H-1 sore itu.
Antrian kebelakang semakin memblundak, dan loket masih belum terbuka. Para wartawan pun sudah lalu lalang mengabari kondisi GBK terkini. Dan akhirnya loket pun terbuka, semua mulai berdiri dan berancang-ancang setiap pergerakan antrian, dorong-doroangan pun terjadi, ada sedikit gesekan antara pengantri sejak pagi dengan pengantri yang baru datang, karena pengantri lama merasa mereka didahului oleh pengantri baru yang membuat barisan baru atau menyelap-nyelip.  Saya sebagai pengantri lama juga kesal dengan kejadian itu, ucapan kotor tak sedikit keluar “WOY KEBELAKANG DONG LO!!” “Anji** nih orang!”, da nada beberapa orang membeli gorengan hanya untuk melemparinya ke pengantri baru, saya juga sempat ikut-ikutan melakukan demikian sembari berharap tidak ada kerusuhan lebih besar yang akan terjadi.
Dorong-dorongan terjadi sampai saya berada didepan loket penjualan tiket, saat sudah berada didepan penjual tiket saya merasa bahagia, dan tertawa karna memang pengorbanan dari pagi menunggu lebih 3 jam berbuah hasil. Saya pesan 3 tiket untuk saya dan teman-teman. Saya beri uangnya, dia beri tiketnya, senang rasanya! Saya bergegas keluar kerumunan dan menjauhinya. Karena pertandingan baru dimulai pukul 19.00 malam, saya putuskan kembali pulang, namun sebelum pulang saya harus mampir ke toko jersey untuk membeli kaos Timnas.
Sesampai dirumah, saya memberitahukan kepada teman yang lain bahwa kita akan otw ke GBK pada pukul 16.30, sengaja datang lebih awal sebab saya khawatir dengan jumlah penonton yang akan hadir saat itu. TV swasta selalu mengupdate berita dari GBK dan mengatakan bahwa tiket sudah sold out! Bisa dibayangkan 70 ribu orang akan tumpah di satu pusat yaitu GBK!
16.30, Saya dijemput oleh teman, berangkat! Sepanjang perjalanan kami bertemu banyak supporter yang juga sedang on the way ke GBK, ada satu rombongan yang merah-merah konvoi melewati jalan Gatot dan para penumpangnya membawa bendera merah putih! Speechless.. kami memutuskan bergabung bersama rombongan tersebut hingga GBK! Sepanjang perjalanan kami memerahkan jalan! Mantap..
Akhirnya sampai juga di GBK! Rame! Gila! Fanatik!
Gak sabar buat laga nanti malam, saya dan teman lainnya pun langsung masuk ke stadion dan harus menunggu 1 jaman menjelang pertandingan
Pemain-pemain pun keluar untuk warming up! Kepada pemain arab kami soraki “booooo”, dan untuk timnas kebanggaan kami berikan tepuk tangan. Supporter mulai memerahkan semua sisi GBK. Hingga akhirnya kick-off akan dimulai, namun harus melewati momen sakral, yaitu menyanyikan lagu kebangsaan. Pada  saat lagu kebangsaan arab, masih ada supporter yang tidak menunjukan rasa respe, mereka meniupkan terompet dan meneriaki dengan umpatan. But, tak heran memang sudah kebiasaan supporter kita. Dan tiba saatnya lagu kebangsaan kita dinyanyikan, semua suara bersatu! Membentuk lantunan luar biasa! Siapa yang akan mendengarkanya, saya rasa akan merinding..gila! momen ini yang selalu saya tunggu. Tidak ada perbedaan suku, agama, dan ras, semua menjadi satu untuk tanah air tercinta! Indonesia!
Kita sempat diberi kejutan dengan unggul lewat gol boaz! Semua bersorak sorai! Bahagia dan inilah kami!. Semangat membuncah, lagu-lagu tema semangat berkumandang dimana-mana. Semua habiskan suara demi melecuti semangat pemain Timnas. Namun, diluar ekspetasi ternyata kita kalah hingga akhir laga. Skor 1-2 terpampang di layar GBK. Tapi tak masalah, kami tetap bangga dengan perjuangan Timnas! Dengan bersatu nya pemain, kita hanya kalah tipis dari Arab..
Lihat bagaimana passion supporter kita! Memang terkenal gila dari yang lain, Malaysia saja tidak kuat jika harus bermain di GBK. Dan harusnya kita bersatu untuk satu tujuan yaitu kemajuan sepakbola Indonesia..
pada akhirnya, sepakbola kita adalah penyatu perbedaan!
Terbanglah Garudaku..!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar