Salam!
“cok, klub kau apa?”
“City!”
“sejak kapan kau jadi fans nya?”
“yaaaa baru-baru ini”
“ku yakin kau dulu bukan city!”
“ya memang, dulu aku romanisti”
Sedikit percakapan antara si ucok,19 tahun Dan si memet, 20
tahun.
Tapi sebelum membahas maksud percakapan itu, alangkah
baiknya kita fokus dulu pada judul kali ini. Ntah mengapa malam ini saya
mendapat sebuah mandat dari hati untuk di sampaikan ke otak lalu digerakan
melalui tangan hingga menuliskan pembahasan blog kali ini. Judulnya adalah
karbitan dimana sebuah sifat yang tidak semua orang bisa menerima kehadirannya.
Dalam pembahasan kali ini, saya ingin secara khusus membahas
karbitan di dunia sepakbola. Dapat kita ketahui bahwa, sepakbola adalah sebuah
olahraga yang sangat dicintai banyak orang. Cara permainannya yang simple dan
seru membuat banyak orang mudah menyukainya, tidak hanya golongan tertentu
tetapi hampir semua golongan manusia. Dan bentuk kecintaannya maka seseorang
akan memiliki sebuah klub idola dimana dia menjadi fans/pendukung pada klub
tersebut. Alasannya ada berbagai macam seperti permainannya, sejarahnya, hingga
tradisi juara klub tersebut.
Namun ada beberapa fans yang dapat kita sebut fans sejati,
dimana fans tersebut selalu mendukung sebuah klub dalam keadaan apapun baik
saat juara atau tidak, mereka tidak peduli dengan ocehan fans lain karena
memang itu adalah konsekuensi saat keadaan klub tersebut sedang tidak baik.
Ketika fans sejati selalu setia kepada satu klubnya, ada beberapa fans pada
klub yang sama mencoba mencari klub baru yang untuk didukung, inilah yang kita
sebut karbitan.
Ada beberapa alasan mengapa mereka pindah dukungan, bisa
karena memang bosan pada klub lama, bisa jadi calon klub dukungan banyak pemain
bintang, dan bisa juga karena watak “glory hunter” hanya mendukung saat klub
itu diunggulkan juara.
Sebagai contoh, sebelum klub Manchester City, PSG, Chelsea
dll dibeli oleh orang taipan, fans klub tersebut tidaklah banyak namun setelah
berjalannya waktu dengan kedatangan pemain bintang, menjadi calon juara setiap
musim membuat fans dadakan mereka melonjak drastis mungkin 2x lipat dari
sebelumnya. Lantas setelah dia menjadi fans baru klub baru, dengan predikat
calon kuat juara, fans baru ini dapat membalikkan keadaan dengan mengejek
pesaing klub mereka. dimana yang dulu dengan klub lama mereka selalu di
ejek/cengin sekarang dengan klub baru bisa membalas bahkan memulai.
Contoh lain : dalam 6 tahun terakhir ini Barcelona menjadi
raksasa sepakbola baik cara permainannya maupun torehan gelarnya, ini membuat
banyak fans-fans yang mengajukan proposal untuk menjadi fans baru klub asal
katalan tersebut.
Lihatlah contoh percakapan memet & ucok, dimana pada
mulanya ucok bukanlah fans city sejak dulu melainkan romanisti, jika anda ingin
bertanya pada teman yang anda anggap karbit maka tanyalah apa klubnya
terdahulu, jika teman anda tidak mengaku coba tanyakan sejarah klub barunya,
disana biasanya mereka akan gagap dalam menjawab. Teriaki dia, “KARBIT!”
Tapi itu adalah hak, kita tak dapat mengatur atau memaksa orang-orang
tersebut tetap setia mendukung klub lamanya, namun sejatinya mereka tetaplah
pengusik dalam dunia kependukungan
Seharusnya karbitan bisa belajar pada fans Liverpool, roma,
inter. dulu kita tahu bahwa klub-klub tersebut sempat jaya pada masanya namun
saat ini klub itu sedang mengalami masa tidak sebaik dulu, namun fans setianya
tetap selalu ada dibelakang mereka tak peduli masalah apa yang dihadapi klub
mereka.
Yang patut mereka sadari, karbitan tidak akan pernah
merasakan kebersamaan dalam mendukung sebuah klub.
Sekedar mengagumi jelas lebih dianjurkan daripada menjadi
karbit pada sebuah klub .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar