Sabtu, 11 Mei 2013

Karbitan


Salam!
“cok, klub kau apa?”
“City!”
“sejak kapan kau jadi fans nya?”
“yaaaa baru-baru ini”
“ku yakin kau dulu bukan city!”
“ya memang, dulu aku romanisti”
Sedikit percakapan antara si ucok,19 tahun Dan si memet, 20 tahun.
Tapi sebelum membahas maksud percakapan itu, alangkah baiknya kita fokus dulu pada judul kali ini. Ntah mengapa malam ini saya mendapat sebuah mandat dari hati untuk di sampaikan ke otak lalu digerakan melalui tangan hingga menuliskan pembahasan blog kali ini. Judulnya adalah karbitan dimana sebuah sifat yang tidak semua orang bisa menerima kehadirannya.
Dalam pembahasan kali ini, saya ingin secara khusus membahas karbitan di dunia sepakbola. Dapat kita ketahui bahwa, sepakbola adalah sebuah olahraga yang sangat dicintai banyak orang. Cara permainannya yang simple dan seru membuat banyak orang mudah menyukainya, tidak hanya golongan tertentu tetapi hampir semua golongan manusia. Dan bentuk kecintaannya maka seseorang akan memiliki sebuah klub idola dimana dia menjadi fans/pendukung pada klub tersebut. Alasannya ada berbagai macam seperti permainannya, sejarahnya, hingga tradisi juara klub tersebut.
Namun ada beberapa fans yang dapat kita sebut fans sejati, dimana fans tersebut selalu mendukung sebuah klub dalam keadaan apapun baik saat juara atau tidak, mereka tidak peduli dengan ocehan fans lain karena memang itu adalah konsekuensi saat keadaan klub tersebut sedang tidak baik. Ketika fans sejati selalu setia kepada satu klubnya, ada beberapa fans pada klub yang sama mencoba mencari klub baru yang untuk didukung, inilah yang kita sebut karbitan.
Ada beberapa alasan mengapa mereka pindah dukungan, bisa karena memang bosan pada klub lama, bisa jadi calon klub dukungan banyak pemain bintang, dan bisa juga karena watak “glory hunter” hanya mendukung saat klub itu diunggulkan juara.
Sebagai contoh, sebelum klub Manchester City, PSG, Chelsea dll dibeli oleh orang taipan, fans klub tersebut tidaklah banyak namun setelah berjalannya waktu dengan kedatangan pemain bintang, menjadi calon juara setiap musim membuat fans dadakan mereka melonjak drastis mungkin 2x lipat dari sebelumnya. Lantas setelah dia menjadi fans baru klub baru, dengan predikat calon kuat juara, fans baru ini dapat membalikkan keadaan dengan mengejek pesaing klub mereka. dimana yang dulu dengan klub lama mereka selalu di ejek/cengin sekarang dengan klub baru bisa membalas bahkan memulai.
Contoh lain : dalam 6 tahun terakhir ini Barcelona menjadi raksasa sepakbola baik cara permainannya maupun torehan gelarnya, ini membuat banyak fans-fans yang mengajukan proposal untuk menjadi fans baru klub asal katalan tersebut.
Lihatlah contoh percakapan memet & ucok, dimana pada mulanya ucok bukanlah fans city sejak dulu melainkan romanisti, jika anda ingin bertanya pada teman yang anda anggap karbit maka tanyalah apa klubnya terdahulu, jika teman anda tidak mengaku coba tanyakan sejarah klub barunya, disana biasanya mereka akan gagap dalam menjawab. Teriaki dia, “KARBIT!”
Tapi itu adalah hak, kita tak dapat mengatur atau memaksa orang-orang tersebut tetap setia mendukung klub lamanya, namun sejatinya mereka tetaplah pengusik dalam dunia kependukungan
Seharusnya karbitan bisa belajar pada fans Liverpool, roma, inter. dulu kita tahu bahwa klub-klub tersebut sempat jaya pada masanya namun saat ini klub itu sedang mengalami masa tidak sebaik dulu, namun fans setianya tetap selalu ada dibelakang mereka tak peduli masalah apa yang dihadapi klub mereka.
Yang patut mereka sadari, karbitan tidak akan pernah merasakan kebersamaan dalam mendukung sebuah klub.
Sekedar mengagumi jelas lebih dianjurkan daripada menjadi karbit pada sebuah klub .









Tidak ada komentar:

Posting Komentar